Risk-based IT Audit

  Copy


More Options: Make a Folding Card




Storyboard Description

This storyboard does not have a description.

Storyboard Text

  • Oke siap Pak, segera saya carikan auditor yg Bapak minta.
  • Juminten, tolong carikan saya seorang auditor ya. Saya mau melakukan audit pada perusahaan ini, auditornya yg pinter Risk-Based IT Audit ya. Tolong dicarikan secepatnya.
  • Meeting Room
  • Benar Pak, perkenalkan nama saya Surti. Saya adalah auditor yg akan mengaudit perusahaan bapak. Percayakan pada saya, semuanya akan beres, hehe. Mohon kerjasamanya.
  • Selamat datang, jadi Anda adalah auditor yg akan melakukan audit di perusahaan saya?
  • Meeting Room
  • Baik Pak, tidak masalah. Saya akan menjelaskan kepada Bapak tentang Risk-Based IT Audit.
  • Eits tunggu dulu, saya tidak mudah mempercayai seseorang, jadi saya harus tahu kemampuan Anda terlebih dahulu. Jadi tolong jelaskan kepada saya pengetahuan Anda tentang Risk-Based IT Audit.
  • Dalam dunia audit sistem informasi, auditor harus mampu mengidentifikasi risiko dan memahami hal apa saja yg dapat mengontrol dan mengurangi risiko tersebut.
  • Berikut adalah beberapa kategori dari risiko: - Audit risk - Business risk - Control risk - Inherent risk - Continuity risk - Detection risk - Material risk - Security risk
  • Untuk mengantisipasi risiko tersebut, dibutuhkan risk management. Berikut adalah tahapan dari manajemen risiko: 1. Membuat team manajemen risiko 2. Identifikasi asset 3. Identifikasi ancaman 4. Lakukan analisis risiko 5. Lakukan mitigasi risiko 6. Monitor
  • Dalam melakukan mitigasi risiko, kita bisa melakukan 4 hal, yaitu: 1. Menghindari risiko 2. Mengurangi dampak risiko 3. Menerima risiko 4. Transfer risiko
  • Audit dapat dirancang untuk mengambil pendekatan berbasis risiko. Pendekatan berbasis risiko untuk audit tidak hanya melihat dari risiko saja, melainkan juga melihat dari praktek-praktek perusahaan, toleransi untuk risiko, serta internal dan operasional control yang ada. Teknik audit berbasis risiko dapat membantu menentukan area mana yang memiliki risiko tinggi. Konsep di balik Risk-Based IT Audit ini adalah untuk menentukan daerah mana yang harus diaudit berdasarkan tingkat persepsi risiko.
  • Berikut adalah langkah untuk melakukan Risk-Based IT Audit: 1. Kumpulkan informasi yg dibutuhkan 2. Tentukan internal control dan tinjau fungsinya 3. Lakukan complaince test (uji kepatuhan) 4. Lakukan substantive testing 5. Menyimpulkan hasil audit (laporan audit)
  • Meeting Room
  • Ah Bapak bisa saja, saya jadi malu hehe. Baik Pak, terima kasih atas kepercayaannya. I'll do my best for this company. Thank you very much.
  • Wow penjelasan yg sangat lengkap dan luar biasa! Saya rasa Anda adalah orang yg tepat untuk melakukan pekerjaan ini. Selamat, Anda secara resmi saya pekerjakan. Good luck!
More Storyboards By hafizhpahlevie
Explore Our Articles and Examples

Try Our Other Websites!

Photos for Class – Search for School-Safe, Creative Commons Photos! (It Even Cites for You!)
Quick Rubric – Easily Make and Share Great Looking Rubrics!