biografi diponegoro 2
Updated: 5/26/2021
biografi diponegoro 2

Storyboard Text

  • Pangeran Diponegoro Ditangkap
  • Pengasingan Pangeran Diponegoro
  • Wafatnya Pangeran Diponegoro
  • Akhirnya, pada 28 Maret 1830 Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Di sana, Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Oleh karena itu, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado lalu dipindahkan ke Makasar hingga wafatnya di Benteng Roterdam pada 8 Januari 1855
  • Di atas kapal, Letnan Knooerle, yang merupakan ajudan dari Gubernur Jenderal van den Bosch, mengawal pengasingan Diponegoro.Sering kali mereka berdua terlibat dalam percakapan dan salah satunya ketika Diponegoro mempertanyakan kepada Knoorle, apakah sudah menjadi kebiasaan bangsa Eropa untuk mengasingkan pemimpin yang kalah perang ke sebuah pulau terpencil. Mendapat pertanyaan itu, Knoorle menjawab bahwa Pangeran Diponegoro diperlakukan sama dengan Napoleon Bonaparte, yang sama-sama diasingkan dalam usia 40 tahunan
  • Pangeran Diponegoro meninggal pada 8 Januari 1855, pukul 06.30 pagi. Tujuh hari kemudian, anak dan istrinya memutuskan untuk tetap tinggal di Makassar. Kemudian pada tahun 1885, sang istri yakni Raden Ayu Retnoningsih meninggal dunia. Setelah sang istri meninggal, makam Pangeran Diponegoro bersama makam putranya dipindahkan ke pemakaman umum yang berada di Jalan Andalas dan Jalan Irian.