Batu Menangis

Batu Menangis
  Copy


More Options: Make a Folding Card




Storyboard Description

Kisah memilukan tentang seorang janda dan putrinya yang jelita namun sangat kurang ajar. Sebuah cerita rakyat dan legenda.

Storyboard Text

  • Bu, kupaskan mangga. Aku lapar. 
  • Suatu hari, tinggalah seorang janda bersama anak perempuannya yang sangat cantik. Sayang, sifat sang anak tak secantik wajahnya. Ia sangat kurang ajar kepada ibunya. 
  • Anakku tercinta, mengapa tak kau merubah sikapmu yang buruk itu?
  • IBU!!! Bedakku habis, Bu. Temani aku beli di pasar. Cuaca pagi ini sangat panas. Ibu harus berjalan dibelakangku dan memayungiku.
  • Sungguh keterlaluan perintahnya! Namun aku menyayangi anakku. Aku sabar saja.
  • Baiklah, anakku.
  • Pagi itu memang terik sekali. Sang putri terlihat cantik di bawah teduhnya payung, sedangkan Ibunya terlihat lelah dan renta.
  • Saat itu, ada seorang pemuda yang lewat. Ia terpesona dengan kecantikan sang putri, sekaligus penasaran dengan sosok wanita tua dibelakangnya. Bagaimana tidak? Kedua anak-ibu itu terlihat sangat berbeda. 
  • Bukan siapa-siapa, hanya pembantuku.
  • Wah, cantiknya kamu. Namun, siapa gerangan itu yang berjalan dibelakangmu?
  • Hal itu terjadi berulangkali, hingga sang ibu pun tak tahan. Ia sedih sekali.
  • Ya... Ya, ampun! Apa yang terjadi padaku..? I-Ibu... Kumohon, ampunilah aku! Aku salah... Bantu aku, Ibu...
  • Anakku, sungguh keterlaluannya dirimu! Tuhan Yang Maha Kuasa, jika seturut kehendakmu, jadikanlah anakku ini batu!
  • Tubuh sang putri mengeras. Penyesalannya datang terlambat, ia telah berubah menjadi batu. Meskipun begitu, air matanya tetap mengalir dari matanya yang tak lagi hidup. 
  • Asal Mula Batu Menangis - Tamat -
Explore Our Articles and Examples

Try Our Other Websites!

Photos for Class   •   Quick Rubric   •   abcBABYart   •   Storyboard That's TPT Store