storyboard covid-19
Updated: 4/14/2020
storyboard covid-19

Storyboard Text

  • 2scene 1  (10 s)wide shot
  • haduh kenapa napasku tiba tiba sesak yaa??
  • scene 2 (20 s)medium shot
  • wah iya mas, sebaiknya kita ke dokter saja
  • tenggorokanku sakit sekali dan sulit untuk bernafas mah..
  • scene 3 (35 s)medium shot
  • Mendengar cerita yang Bapak sampaikan, kemungkinan besar bapak terjangkit virus corona. Bapak akan menjalani tes dan isolasi selama beberapa hari
  • Baik. Dok.
  • Untuk Ibu Rina, Ibu dapat mengisolasi di rumah selama dua minggu dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Bila tidak ada gejala, maka ibu tidak terkena virus corona.
  • Pak bagas baru saja tiba dirumah setelah melakukan kerja diluar negeri di wuhan.
  • scene 4 (10 s)cut in
  • Dua minggu setelah kepulangannya, Pak bagas merasakan sakit di bagian tenggorokan. Ia merasakan sesak di bagian dadanya, dan seringkali batuk-batuk. Suhunya tubuhnya juga tinggi.
  • scene 5 (10 s)medium shot
  • Ia dan istrinya, Bu Rina, memutuskan untuk pergi ke dokter. Setelah mendengar keluhan dan cerita Pak bagas, Dokter berkata bahwa kemungkinan besar Pak bagas terjangkit virus yang sekarang ini sedang mewabah, virus corona. Dokter berkata bahwa Pak adi akan menjalani pemeriksaan dan isolasi selama beberapa hari.
  • scene 6 (10 s)close up
  • Apa kabar, Mas? Sudah merasa baikan?
  • Aku tidak apa-apa, Bu. hanya sedang mengisoasi seperti yang dianjurkan dokter, bila tidak ada gejala seperti yang dialami Mas bagas, aku tidak terjangkit virus corona
  • Ibu Rina pun melaksanakan anjuran dokter. Ia mengisolasi dirinya dirumah selama dua minggu. Ia juga melakukan pencegahan terhadap virus corona, salah satunya adalah mencuci tangan setelah melakukan berbagai aktifitas.
  • Upaya Pencegahan terhadap virus corona lainnya yang dilakukan Ibu Rina adalah memasak daging dan telur hingga sepenuhnya matang. Ia juga mengonsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan sistem imunnya.
  • Upaya pencegahan lainnya yang dilakukan Ibu Rina yaitu, physical distancing. Ia tidak keluar rumah dan melakukan kontak fisik selama dua minggu dan berkomunikasi dengan suami dan keluarganya hanya melalui telepon.