Dito, kamu udah siap belum untuk bermain peran hari ini?
Siap dong!!! Ayo kita masuk kelas, udah lonceng tuh....
Pagi Tina.
Selamat pagi Bu guru!!!
Selamat pagi anak-anak!!
Bu guru, jadikan kita bermain peran hari ini?
Tentu. Nah, silahkan duduk anak-anak.
Baik Bu guru
Demikian pembelajaran kita hari ini anak-anak. Sampai jumpa esok hari..
Baik Bu guru
Ibu Aina, kelihatannya anak-anak begitu antusias dan bersemangat di dalam kelas tadi? Saya penasaran apa yang ibu lakukan?
Saya hanya mengikuti keinginan dan bakat anak-anak sesuai dengan konsep belajar dari Ki Hajar Dewantara pak
Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan artinya menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Ki Hajar Dewantara mengibaratkan sekolah sebagai ladang, pendidik ibarat petani dan Siswa ibarat benih. Petani itu memiliki banyak benih (Jagung, Padi, Kacang,dll). Tugas petani adalah bercocok tanam, merawat dan memberi pupuk. Jadi, kalau bibit jagung maka biarlah tumbuh sebagai tanaman jagung dan begitu pula bibit-bibit yang lainnya biarlah itu tumbuh sesuai dengan kodratnya.
Jadi Pak Banu, Hal-hal yang harus kita lakukan adalah:1. Mengubah pola pikir kita bahwa peserta didik adalah pemberian Tuhan yang harus kita didik di sekolah2. Menggali minat dan bakat/potensi peserta didik sesuai kodratnya3. Membuat media belajar dengan metode yang tepat dengan pokok bahasan materi4. Memberikan stimulus untuk mempelajari materi melalui diskusi dan mengeluarkan pendapatnya melalui karya peserta didik
Jadi, Ayo.... Bapak/Ibu Guru se-Indonesia, jangan setengah hati menjadi pendidik, karena peserta didik sepenuhnya membuka hati untuk menerima didikan dari kita. SALAM dan BAHAGIA
40 Milyondan Fazla Hikaye Panosu Oluşturuldu
İndirme Yok, Kredi Kartı Yok ve Denemek İçin Giriş Gerekmiyor!