Pada tahun 1888, para pejuang Batak melakukan penyerangan ke Kota Tua dengan dibantu tentara Aceh yang datang dari Trumon. Perlawanan lagi-lagi dapat diredam oleh pasukan Belanda yang dipimpin oleh J. A. Visser.
Pasukan Sisingamangaraja XII, tidak berhenti melakukan perlawanan di Lobu Talu, mereka kembali menyerang Belanda Pada tanggal 8 Agustus 1889. Dalam pertempuran itu, seorang prajurit Belanda tewas, dan Belanda harus mundur dari Lobu Talu.
1889
Namun Lobu Talu dapat direbut kembali setelah Belanda mendatangkan bala bantuan dari Padang. Tidak hanya di Lobu Talu, Huta Paong juga diduduki oleh Belanda Pada tanggal 4 September 1889. Pasukan Batak yang mengalami kekalahan, terpaksa ditarik mundur ke Passinguran namun pasukan Belanda terus mengejar pasukan Batak.
AKU TIDAK AKAN MENYERAH! LEBIH BAIK MATI DARIPADA MENGHIANATI BANGSA SENDIRI!
Menyerahlah. Aku berjanji akan mengangkatmu menjadi Sultan Batak
KALIAN HARUS MELACAK KEBERADAAN SISINGAMANGARAJA!!
SIAP KAPTEN!!
Seorang Panglima Sarbut Tampubolon bersama pasukannya menyerang tangsi Belanda di Butar, sementara itu Belanda saat itu sedang menyerbu Lintong dan berhadapan dengan Raja Ompu Babiat Situmorang. Tetapi pasukan Sisingamangaraja XII melakukan serangan juga ke Lintong Nihuta, Hutaraja, Simangarongsang, Huta Paung, Parsingguran dan Pollung.
Mehr als 40 Millionen Storyboards erstellt
Keine Downloads, Keine Kreditkarte und Kein Login zum Ausprobieren Erforderlich!