Jäta vahele ja mine põhisisu juurde
Avaneb Uuel Vahelehel
Esileht
Vahendid
Hinnapoliitika
Loo storyboard
Loo storyboard
Sisse Logima
Registreeru õpetajaks
Registreeru eraisikuna
Otsi
Untitled Storyboard
Loo Süžeeskeemi
Kopeerige see süžeeskeemid
Kopeerige see süžeeskeemid
LOO STORYBOARD
ESITA SLAIDIESITLUST
LOE MULLE
Looge oma
Kopeeri
Süžeeskeem Tekst
Libisema: 1
Di bawah pohon rambutan rindang, suasana cerah jam istirahat.
Libisema: 2
Keisya dan Indah duduk di tikar kecil, makan bekal bersama, tersenyum
Indah, bekalmu enak banget hari ini!
Kamu mau tambah? Aku bawa lebih.
Hehe, boleh. Enak makan di sini, adem!
Libisema: 3
Di dalam kelas, cahaya sore masuk dari jendela, suasana agak sedih.
Libisema: 4
Keisya berbicara kepada Indah, wajahnya sedih, Indah terkejut.
Ndah, aku mau pindah. Ayahku ditugaskan di luar kota.”
“Serius? Jadi kamu nggak sekolah di sini lagi?”
“Iya, aku sedih banget.”
Libisema: 5
Di halaman sekolah, senja hangat.
Libisema: 6
Keisya memberikan buku kecil berwarna biru kepada Indah.
“Ini, buku harian buat kamu. Tulis semua kenangan kita, ya.”
“Aku janji bakal jaga baik-baik.”
“Jangan lupa, kalau rindu, tulis saja.”
Libisema: 7
Pohon rambutan di bawah langit mendung, bangku kosong di sebelah Indah.
Libisema: 8
Indah menulis di buku harian, ekspresi rindu.
Hari ini hujan pertama tanpa Keisya. Aku rindu.
Libisema: 9
Sejak Keisya pindah, Indah sering sendirian di bawah pohon.
Libisema: 10
Gerbang sekolah, suasana cerah, daun rambutan berguguran.
Libisema: 11
Dua gadis remaja bertemu kembali setelah lama berpisah, ekspresi terkejut dan bahagia.
“Indah!”
Keisya? Kamu pulang?”
“Masih. Aku juga masih simpan bukumu.”
“Iya! Masih ingat pohon rambutan kita?”
Libisema: 12
Mereka duduk di bawah pohon sambil tertawa dan membuka buku lama.
“Ternyata pohon ini tumbuh lebih cepat dari kita.”
“Tapi pertemanan kita nggak berubah, kan?”
“Nggak akan pernah.”
“Pohon rambutan itu kembali menjadi saksi pertemanan mereka.”