MATERI 6

MATERI 6

Storyboard Text

  • Bagaimana jika kita meminjam uang terlebih dahulu kepada tuan Chalis, karena tidak ada jalan lain lagi
  • Sapi kita telah di jual saat Ibu melahirkan Adikmu, tidak apa Oswasa kita bisa berjuang bersama-sama.
  • Tenang Ibu Adik pasti sembuh jangan bersedih lagi, kenapa Ayah tidak menjual saja sapi kita?.
  • Tidak!. Sudah cukup dia merendahlan kita sebagai orang yang meminta-minta, namun untuk Nataya aku akan mercoba
  • Baiklah, aku akan pinjamkan namun sebagai gantinya, kau harus bekerja denganku tanpa aku gaji sebagai potongan hutangmu bagaimana?
  • Baiklah, tuan aku bersedia, yang penting putriku sembuh
  • Hendak apa kau malam-malam datang ke rumahku Osta?. Jika kau datang hanya ingin meminjam uang, aku tidak akan memberikan maka pergilah!
  • Tuan Chalis ku mohon berilah aku pinjaman uang itu, Putriku sedang sakit tuan, saya akan melakukan apa saja yang tuan Chalis perintahkan
  • Berikan saja, kasihan dia sedang kehujanan dan dia sedang membutuhkan
  • Alkisah terdapat kota tua pada zaman dinati kerajaan Nuvoleon. Adanya suasana yang damai dan kehidupan yang tentram. Kehidupan yang bisa jadi selalu diinginkan oleh kota-kota setempat karena penuh dengan keceriaan, serta ke gotong royongan yang telah menjadi nilai utama dalam bersosialisasi terhadap penduduk setempat.
  • Bagaiamana, apakah kau mendapatkan pinjaman dari tuan Chalis?
  • Aku telah mendapatkannya, dan besok aku akan mulai bekerja menjaga ternak tuan Chalis, hanya saja aku tidak akan mendapatkan upah dari kerjaku, tidak apa kita pentingkan dulu ksembuhan anak kita
  • Merasa tidak memiliki biaya tuan Osta memberanikan diri pergi ke kediaman tuan Chalis dengan harapan mendapat pinjaman. Sesampainya, tuan Osta mengungkapkan niatanya tanpa di suruh masuk maupun di suguhkan makanan oleh tuan Chalis.
  • Ya, aku dapat berbicara selayaknya manusia, aku telah mengetahui bahwa putrimu sedang sakit, berikan air susuku maka dia akan segera sembuh.
  • Tidak apa-apa, lagipula ia hanya memanfaatkan air susuku terhadap orang-orang miskin yang kelaparan dan mengharap imbalan dengan iming-iming bahwa air susuku ajaib dan mereka tidak akan kelaparan lagi.
  • Kau, kau dapat berbicara wahai keledai?
  • Tidak, aku tajut dimarahi tuan Chalis
  • Kau berani memerintahku dengar!. Apa kau tidak dapat melihat kekayaan yang kita miliki saat ini, bagiku ini tidaklah cukup sampai aku menjadi orang paling kaya di kota ini.
  • Hujan malam itu sangat deras, Tuan Osta berteku dengan begitu lamanya di bawah hujan, hingga perjanjianpun telah di sepakati oleh masing-masing belah pihak dengan bsyarat tidak wajar. Sesampainya di rumah...
  • Sadarlah, ini hanya titipan dari Tuhan, jika memang kau sudah kaya mengapa kau menjual susu keledaimu bterhadap orang miskin dengan harga yang tidak wajar.
  • Setelah berbincang mengenai keputusan perjanjian tersebut, akhirnya mereka mencoba bersabar. Awal yang baru akan dilalui oleh tuan Osta pada besok pagi dimana bekerja di peternakan tuan Chalis, dia ditugaskan untuk menjaga keledai yang beritanya tuan Chalis baru membelinya dari orang kaya.
  • Keesokan harinya tuan Osta langsung mengerjakan tugasnya dalam menjaga ternak tuan Chalis, tanpa sadar ia bercerita dengan seekor keledai. Alangkah kagetnya tuan Osta ketika mengetahui bahwa sang keledai dapat berbicara layaknya manusia.
  • Di tempat lain, dalam rumah megah tuan Chalis dia merasa senag denagn pencapaian dalam menjual susu air keledai tersebut. Kebanyakan yang membeli dari oarang-orang yang sederhana dqan orang yang memiliki kekurangan finansial. Parahnya tuan Chalis menjual susu dengan harga yang tidak wajar, bedanya mereka boleh berhutang namun, jika tenggat waktunya maka hutang bertambah dan bisa jadi mengorbankan ternak mereka.
Over 25 Million Storyboards Created
Storyboard That Family